Website Resmi PCNU Kabupaten Semarang
Home » » Lautan Manusia Banjiri Pembukaan Muktamar Ke-33 NU di Jombang

Lautan Manusia Banjiri Pembukaan Muktamar Ke-33 NU di Jombang

Jombang: Jalan KH Wahid Hasyim, Jombang, Jawa Timur, menjadi lautan manusia saat Presiden Joko Widodo membuka muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama.

Pantauan Pcnukabsemarang.or.id, di sepanjang jalan itu nahdliyin duduk menunggu Jokowi memberi sambutan. Alun-alun Jombang, tempat pembukaan, sudah dipenuhi ribuan peserta yang berasal dari Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) seluruh Indonesia. Hadir pula Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) yang berasal dari luar negri.

Panitia menyediakan dua layar raksasa. H Rofiq, warga Kab Semarang, Jawa Tengah, mengaku datang untuk menyaksikan dari dekat helatan akbar organisasi masyarakat terbesar di Indonesia itu.

"Sudah dipersiapkan sejak lama, Mas, untuk datang ke sini. Kebetulan rombongan bersama semua pengurus MWC NU se Kabupaten Semarang," ujarnya, Sabtu (1/8/2015).

Nur Hadi tak menyangka jika muktamar dihadiri ribuan orang. Ia harus berjalan satu kilometer untuk bisa mendekat ke layar. "Saya harus memarkir kendaraan jauh dari lokasi," ujarnya. 

Saat menghadiri pembukaan Muktamar ke-33 NU, Sabtu malam (1/8), Presiden Joko Widodo sengaja mengenakan sarung. Menurut Jokowi–sapaan Joko Widodo-, sarung tersebut dibelikan istrinya, Iriana, sehari sebelum muktamar. Dalam benak Iriana, di arena muktamar, para muktamirin akan bersarung.
Sesaat sebelum berangkat ke alun-alun, lokasi muktamar, Jokowi bertemu Megawati di lobi hotel Yusro, Jombang. “Bu Mega bilang, Dik sarungnya bagus,” kata Jokowi menirukan Megawati. “Bagus apanya, Bu?” tanya Jokowi. Ternyata Mega memuji warna merah sarung Jokowi.
Saat turun dari mobil, kata Jokowi, dia terkejut. Sebab, para pengurus PB NU yang menyambutnya tidak ada yang mengenakan sarung. “Untung ada Gus Mus yang menemani saya,” kata Jokowi disambut tawa hadiri.
Menurut Jokowi, dia selalu senang bila datang ke Jawa Timur. “Gubernur dan Wagubnya lucu,” kata mantan wali kota Solo itu. Jokowi mengomentari guyonan Saifullah Yusuf, wagub Jatim tentang hadirin dan hadirat. Menurut Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf, acara pembukaan dihadiri oleh hadirin dan hadirat. Hadirin artinya hadir di dalam (in). Sedangkan hadirat artinya hadir di luar (out).
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga kembali memuji tema Islam Nusantara pada muktamar kali ini. Bagi Jokowi, tema itu sangat pas dalam situasi sekarang ini. Semangat Islam Nusantara hadir di tengah maraknya radikalisme yang mengatasnamakan agama. Sebab, kata Jokowi, Islam Nusantara dilandasi oleh sikap warga NU yang moderat. Karena itu, lanjutnya, bangsa Indonesia harus berterima kasih kepada Hasyim Asy’ari, pendiri NU, yang mencontohkan sikap moderat tersebut.
NU, kata Jokowi, sudah terbukti slalau menjaga keutuhan NKRI. “Sejak saya menjadi presiden, gelar pahlawan yang pertama kali saya berikan kepada tokoh asal Jombang, KH Wahab Chasbullah,” kata Jokowi.
Silakan bagikan informasi dan artikel ini, semoga menjadi amal ibadah bagi Anda! Aamiin
Comments
0 Comments

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

PENGUMUMAN

PENGUMUMAN
Mau Pasang Iklan silakan hubungi
email : pcnukabsemarang@gmail.com
atau WA : 0856 - 4146 - 3589

FANPAGE RESMI

BERITA POPULER

 
Template Design by Creating Website Published by Partner Sejati