Website Resmi PCNU Kabupaten Semarang
Home » » Ini Pesan Kiai NU untuk Jokowi

Ini Pesan Kiai NU untuk Jokowi

Ini Pesan Kiai NU untuk Jokowi

Ungaran, pcnukabsemarang.or.id - Presiden RI Joko Widodo bertemu dengan para kiai Nahdlatul Ulama se-Jawa Tengah di Restoran Mang Engking di Jalan diponegoro Ungaran, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2015) dalam acara peletakan batu pertama Rusunawa di Kelurahan Gedanganak Ungaran Timur. Jokowi hadir dalam pertemuan itu lebih banyak mendengarkan ungkapan dari para kiai, salah satunya testimoni dari Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abu Hapsin.
Ada delapan ungkapan yang disampaikan di depan Jokowi, yang hadir didampingi Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Kiai Abu mendukung penuh langkah pemerintah dalam hal menyelesaikan persoalan-persoalan kebangsaan.
Berikut pernyataan lengkap Kiai Abu mewakili kiai se-Jawa Tengah kepada Jokowi.
  1. Mendukung kemerdekaan penuh Palestina dan memohon agar pemerintah Indonesia menggalang dukungan internasional.
  2. Agar pemrintah meningkatkan kerjasama dengan ormas-ormas keagamaan yang jelas-jelas memiliki komitmen terhadap ideologi pancasila.
  3. Agar pemerintah membuat langkah-angkah politis dan hokum agar memperkuat pancasila sebagai ideologi negara.
  4. NU Jawa Tengah tidak akan mendukung proses peralihan kekuasaan yang dilakukan secara inskontitusional
  5. NU Jawa Tengah menduukung sepenuhnya ketegasan dan komitmen pemerintah untuk memberantas penyakit yang akut, korupsi dan narkotika.
  6. Pemerintah dihimbau untuk berani mengambil kebijakan yang tidak populer, tapi jelas memberikan kemaslahatan (manfaat) bagi bangsa dan negara.
  7. Mengurai ketergantungan pada lembaga keuangan internasional.
8. Selamat kepada presiden yang sebentar lagi Ngunduh Mantu. Mudah-mudahan dilancarkan acaranya dan diberkahi Allah.

Kehadiran Presiden RI Joko Widodo dengan para kiai dan tokoh agama se-Jawa Tengah dimanfaatkan oleh para peserta untuk mengungkapkan unek-uneknya. Salah satu peserta yang diberi kesempatan menyampaikan unek-uneknya itu Pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda Pati, Jawa Tengah, Gus Rozin.
Ketua RMI Jateng itu meminta kepada Presiden Jokowi untuk memberi perhatian dan keperpihakan pada pesantren. Dia kemudian meminta agar pemerintah mengabulkan tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai hari santri.
“Kami berharap agar perhatian dan keperpihakan pak Presiden terhadap pesantren. Kami minta agar hari santri pada tanggal 22 Oktober ditetapkan, karena itu bertepatan dengan resolusi jihad,” kata Ketua Sekolah Tinggu Matholiul Falah (Staimafa) Pati itu, Rabu petang.
Selain Gus Rozin, unek-unek juga muncul dari Pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon Pedurungan, KH Ubaidullah Shodaqoh. Menurut Rais Syuriah PWNU Jateng itu, perhatian pemerintah kepada organisasi masyarakat yang merongrong pancasila harus tegas. Mereka tidak boleh dibiarkan berkembang, karena berpotensi mengganggu kedaulatan negara, meski dilindungi haknya untuk berkatifitas di muka publik.
Selain itu, kiai Ubaid juga meminta agar pemerintah memberi apresiasi kepada ormas yang setia dan terus mendukung pancasila dan NKRI. “Mohon bapak Presiden, agar ormas yang mendukung ideologi pancasila dan kedaulatan NKRI,” tandas kiai Ubaid.
Silakan bagikan informasi dan artikel ini, semoga menjadi amal ibadah bagi Anda! Aamiin
Comments
0 Comments

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

PENGUMUMAN

PENGUMUMAN
Mau Pasang Iklan silakan hubungi
email : pcnukabsemarang@gmail.com
atau WA : 0856 - 4146 - 3589

FANPAGE RESMI

BERITA POPULER

 
Template Design by Creating Website Published by Partner Sejati