Website Resmi PCNU Kabupaten Semarang
Home » » KH Achmad Mudzakir - Etika / Adab Berda'wah Menurut Al qur'an dan Hadist

KH Achmad Mudzakir - Etika / Adab Berda'wah Menurut Al qur'an dan Hadist

Bagi kita orang muslim dianjurkan untuk menyeru kebajikan dan mengajak kepada yang ma’ruf dengan dasar firman Allah:
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ.
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf (segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah ) dan mencegah dari yang munkar (perbuatan yang menjauhkan kita dari Allah )  merekalah orang-orang yang beruntung.( S.Al Imron ayat 104)
Dalam menyampaikan da’wah dianjurkan dengan kata-kata santun dan tidak diperbolehkan dengan kata-kata yang kasar berdasar firman Allah:
أُدْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ.
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah ( Hikmah: ialah Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil ) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.( Anhl: 125)
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ  ألأية.
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.
Dan yang perlu dijaga adalah jangan menghina atau meremehkan orang lain yang berbeda amalannya  karena orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ.
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (Surat Al Hujuroot ayat: 10) 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri Jangan mencela dirimu sendiri Maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin karana orang-orang mukmin seperti satu tubuh).
dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman (Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari) seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti: Hai fasik, Hai kafir dan sebagainya.
dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.                           ( Alhujurot:11)
Dan dalam Hadits disebutkan :
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُؤْمِنُ مَنْ أَمِنَهُ النَّاسُ عَلَى أَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ ، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ الْخَطَايَا وَالذُّنُوبَ ، وَالْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي طَاعَةِ اللهِ.
Orang muslim adalah masyarakat yang berada  di lingkungannya merasa selamat dari mulutnya artinya (bicaranya) dan dari tangannya artinya (perbuatannya), dan orang mukmin adalah masyarakat yang berada di lingkungannya merasa aman baik darahnya (jiwanya) dan hartanya, dan orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkan kesalahan dan dosa,dan orang yang jihad adalah orang yang melawan keburukan yang ada pada dirinya untuk menuju taat kepada Allah .
Inilah yang bisa saya tulis tentang : 
" ETIKA BERDA’WAH MENURUT AL QUR’AN DAN HADIST. "





Masih banyak dalil-dalil adab atau etika dalam berda’wah,namun hanya saya sebutkan itu saja semoga bisa menjadi pegangan kita berda’wah.

( KH Achmad Mudzakir Al Hafidz )
Silakan bagikan informasi dan artikel ini, semoga menjadi amal ibadah bagi Anda! Aamiin
Comments
0 Comments

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

PENGUMUMAN

PENGUMUMAN
Mau Pasang Iklan silakan hubungi
email : pcnukabsemarang@gmail.com
atau WA : 0856 - 4146 - 3589

FANPAGE RESMI

BERITA POPULER

 
Template Design by Creating Website Published by Partner Sejati