Website Resmi PCNU Kabupaten Semarang
Home » » Kang Said : PBNU Siap Globalkan Islam Nusantara

Kang Said : PBNU Siap Globalkan Islam Nusantara

Jakarta, pcnukabsemarang.or.id - Ketua Umum Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH Said Aqil Siradj menyatakan, bahwa PBNU siap memasarkan Islam Nusantara di level internasional.
“Kita mempunyai Islam Nusantara, Islam khas Indonesia, dengan paham Ahlussunnah wal Jama’ah, yang mengutamakan toleransi, menegaskan Islam rahmatan lil ‘alamin, dengan ideologi tawazun, tawasut, tasamuh dan i’tidal, siap memberi solusi dan wajah Islam kepada dunia. Kita siap mempelopori gerakan islam kultural dan kekuatan masyarakat sipil, dengan memadukan ilmu agama tradisional dengan ilmu pengetahuan modern, untuk menuju baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur. PBNU siap menginternasionalisasikan Islam Nusantara,” terangnya dalam sambutan acara Harlah NU ke-89 di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya Jakarta, Sabtu malam (31/1).
Dalam harlah yang dibarengi dengan launching Muktamar NU ke-33 tersebut, hadir Wakil Presiden, Jusuf Kalla dan beberapa Menteri Kabinet Kerja yang berasal dari kalangan NU, yakni Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin, Menriset dan Tekonolgi Pendidikan Tinggi M Natsir, Mensos Khofifah Indar Parawansa, MenDesa PDT dan Transmigrasi Marwan Ja’far, Menpora Imam Nahrawi, dan Menakertrans M Hanif Dzakiri. Selain itu, hadir pula Direktur Perum Perhutani Mustoha Iskandar, Ali Masykur Musa, Romy Romahurmuzi dan yang lainnya.
Selain dihadiri jajaran PBNU, acara harlah yang disertai hujan deras itu, juga dipenuhi oleh banom-banom NU, dan PMII.
Islam Rahmatan Lil ‘Alamin
Kyai yang akrab disapa Kang Said itu merasa sedih, karena ulah beberapa oknum muslim yang menjadikan citra Islam tercoreng. “Kita harus membumikan Islam Rahmatan lil ‘Alamin dengan menawarkannya kepada dunia, yakni dengan meneguhkan nilai kemanusiaan dengan memanusiakan manusia,” tegasnya.
Selain membahas tentang Islam Nusantara, Kang Said juga menyinggung tentang pertumbuhan ekonomi di Indonesia. “Pertumbuhan ekonomi kita, secara makro memang menggembirakan. Meski demikian, 48 % ekonomi nasional, hanya dinikmati 20 % pemilik modal. Sisi lain, 40 % penduduk lapisan paling bawah, di mana mayoritas adalah Warga NU hanya menguasai 16 % kekayaan nasional. Hal ini tidak baik dan al-Quran melarangnya, kaila yakuna dulatan bainal aghniya`i minkum, jangan sampai harta itu hanya dinikmati oleh orang-orang kaya saja, oleh orang-orang kapitalis saja,” papar doktor lulusan Universitas Ummul Qura, Makkah itu.
Untuk itu, tambah Kang Said, agar kesenjangan ini dapat diminimalisir, maka pemimpin nasional harus; Pertama, menciptakan peluang dan mengeluarkan kebijakan ekonomi sektor riil yang banyak menciptakan lapangan kerja. Kedua, Mengeluarkan kebijakan untuk memperbanyak wirausaha atau entrepreneur yang tangguh. Untuk mewujudkan hal ini NU siap mendukung.
Lelaki kelahiran Cirebon ini juga mengatakan bahwa tujuan demokrasi adalah menciptakan masyarakat yang merata. “Demokrasi akan indah jika kesenjangan dalam masyarakat bisa diminimalisir. Demokrasi tidak hanya berjalan prosedural, namun lebih dari itu. Secara bertahap harus mengarah pada nilai-nilai substansial, yakni terciptanya masyarakat yang cerdas dan sejahtera secara ekonomi, di samping juga tegaknya hukum dan keadilan.” sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Kyai yang beberapa bulan lalu dikukuhkan sebagai guru besar bidang tasawuf di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya juga melaporkan program NU kepada Wapres dan masyarakat. “Alhamdulillah, PBNU mendapatkan izin untuk mendirikan 23 universitas dan perguruan tinggi di penjuru tanah air, 100 SMK yang terhubung dengan dunia usaha secara nasional. Kedua, di bidang ekonomi, PBNU telah memberi bantuan UMKM dan Micro Finance, melakukan NU Ekspo, mengadakan pelatihan-pelatihan entrepreneur dan pendampingan kelompok tani. Ketiga, peranan NU lebih kuat dalam menjaga keharmonisan berbangsa dan bernegara. Pro aktif dalam penyelesaikan sejumlah konflik, seperti di Filipina, Afganistan, Kenya dan lain sebagainya. Dan hal ini mendapat apresiasi dunia internasional. Salah satunya, Kita mendapat penghargaan dari Global Peace karena diakui andil dalam perdamaian dunia. Yang lain, salah satu Ketua PBNU, yakni KH Imam Aziz, pada April depan akan mendapatkan penghargaan dari Korea Selatan sebagai pelopor rekonsiliasi nasional. Terutama usaha keras beliau dalam merekonsiliasi keluarga-keluarga yang tertuduh PKI atau penghianat negara,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, PBNU mendapatkan bantuan 2 unit mobil dari Bank Mandiri dan 65 Unit Sepeda Motor dari Yamaha.
Dalam kesempatan tersebut, PBNU juga memberikan piagam penghargaan kepada keluarga pendiri dan tokoh NU di masa lalu, antar lain; keluarga M Kalla, keluarga KH Ilyas Ruhyat, KH Ahmad Siddiq, KH Ali Maksum dan KH Marzuki Mirzad.
Selain itu, PBNU juga menandatangani MoU dengan Menag, Menriset dan Teknologi Pendidikan Tinggi, Mensos, MenDesa PDT dan Transmigrasi dan Perum Perhutani. Inti dari MoU ini adalah kerja sama antara PBNU dengan instansi pemerintah yang mengedepankan pemberdayaan keluarga NU untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi dan sosial, baik untuk NU maupun untuk Indonesia.
Dalam acara itu juga, ada penandatanganan prasasti oleh Wapres Jusuf Kalla untuk 23 universitas dan perguruan tinggi NU yang telah mendapat ijin resmi dari pemerintah. (sumber : nujateng.com)
Silakan bagikan informasi dan artikel ini, semoga menjadi amal ibadah bagi Anda! Aamiin
Comments
0 Comments

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

PENGUMUMAN

PENGUMUMAN
Mau Pasang Iklan silakan hubungi
email : pcnukabsemarang@gmail.com
atau WA : 0856 - 4146 - 3589

FANPAGE RESMI

BERITA POPULER

 
Template Design by Creating Website Published by Partner Sejati